Roadshow Sidang Tahunan Islamic Development Bank ke 41 di Lombok: Seminar Enhancing Growth and Poverty Alleviation through Infrastructure Development
Lombok, (26/04): Menjelang pelaksanaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank ke 41, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Islamic Development Bank dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat, mengadakan Seminar bertajuk Enhancing Growth and Poverty Alleviation Through Infrastructure Development. Bertempat di Sheraton Hotel, Senggigi, Lombok, seminar ini merupakan salah satu rangkaian Roadshow yang dilakukan untuk mempromosikan Sidang Tahunan IDB yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 15-19 Mei.
Acara dimulai dengan pembacaan Doa dan pelantunan Ayat-Ayat Al Quran lalu dilanjutkan dengan opening remarks dari Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. Dalam kesempatan ini Gubernur NTB menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan tamu undangan yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi dan agamawan. Beliau juga berharap acara seperti ini dapat memberikan jalan bagi pembiayaan pembangunan Nusa Tenggara Barat yang saat ini membutuhkan banyak suntikan dana untuk pembangunan infrastruktur.
Selanjutnya, Presiden IDB, Ahmed Mohammed Ali Al Madani dan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menyampaikan keynote speech. Presiden IDB memuji Nusa Tenggara Barat terutama Lombok sebagai daerah yang memiliki pariwisata halal terbaik di dunia dan IDB memberikan komitmennya untuk membantu pembangunan sektor pariwisata ini. Dalam kesempatan ini pula Presiden IDB menyampaikan apresiasinya terhadap keaktifan Indonesia dalam IDB dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara kedua belah pihak. Dalam keynote speech berikutnya, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro juga menguatkan pernyataan dari Presiden IDB bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Indonesia dan IDB dapat menjadi modal yang penting untuk mencari alternatif pembiayaan pembangunan. Menteri Keuangan sekali lagi menekankan pentingnya inovasi, kreativitas dan diversifikasi dalam pembangunan ekonomi daerah. “Infrastruktur menjadi kunci pembangunan dan pengentasan kemiskinan” pesan Menteri Keuangan.
Seminar diawali dengan sesi Forum Panel Strategis untuk merumuskan upaya dan solusi pembangunan infrastruktur. Hadir sebagai pembicara, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro; Presiden IDB, Ahmed Mohammed Ali Al Madani, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. Bertindak sebagai moderator adalah Adiwarman Azwar Karim. Gubernur NTB Dr. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan berbagai konsep syariah dalam rencana pembangunan infrastruktur maritim. Gubernur NTB menyatakan bahwa Indonesia, terutama Nusa Tenggara Barat berada di jalur perdagangan Internasional dan dengan semakin ramainya selat Malaka, Selat Lombok semakin sering dijadikan alternatif untul pelayaran kapal-kapal bermuatan besar. Hal inilah yang dijadikan dasar bagi Pemda Lombok untuk mengajukan rencana pembangunan Kota Bandar Kayangan. Kota ini divisikan sebagai “The New Global Hub Town” yang akan menitikberatkan roda perekonomiannya pada sektor jasa, baik jasa perkapalan, pelabuhan, pariwisata, maupun kawasan berikat. Pembangunan Kota Bandar Kayangan akan menerapkan prinsip-prinsip “Public– Private People Partnership” (4P), yang diwujudkan dengan mendirikan perusahaan bersama, dimana saham-saham perusahaan akan dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, para investor dan manajemen professional, dan para pemilik lahan. Skema ini dimaksudkan dalam rangka untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development), memastikan stabilitas di masa mendatang, di mana masyarakat akan punya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap pembangunan dan juga akan merasakan manfaat pembangunannya.
Menanggapi konsep pembangunan tersebut, Menkeu Bambang Brojonegoro menyatakan agar Sidang Tahunan ke-41 ini bukan saja menjadi ajang pertukaran pikiran dan gagasan bagi perbaikan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah global, namun juga agar menjadi media efektif bagi dunia usaha dan pemerintahan untuk meningkatkan eksposur produk maupun program prioritas guna meraih transaksi bisnis dan pembiayaan konkrit maupun dukungan teknis lainnya, di mana dalam konteks ini Propinsi Nusa Tenggara Barat memiliki modal strategis sebagai mitra, peserta maupun kontributor sidang tahunan ini mengingat prestasi yang cukup impresif sebagai destinasi “Halal Tourism” terbaik di dunia.
Bambang juga menambahkan bahwa kondisi Nusa Tenggara Barat saat ini mirip seperti kondisi Uni Emirate Arab di tahun 1980an, di mana Dubai saat itu menjadi salah satu daerah yang paling terbelakang karena miskin sumber daya alam. Namun Dubai berbenah diri dengan membangun sektor jasanya, dimulai dengan pelabuhan, lalu bandara, berlanjut dengan pariwisata dan akhirnya jasa keuangan. Saat ini Dubai telah menjelma menjadi kota metropolitan dunia dan kota hub internasional. Bambang berharap Nusa Tenggara Barat dapat mencontoh cerita sukses Dubai yang juga membiayai pembangunannya dengan konsep syariah.
Sedangkan Presiden IDB Group, Dr. Ahmed Mohammed Ali juga menanggapi pentingnya dukungan berbagai pihak untuk dapat mendukung terwujudnya rencana pembangunan infrastruktur yang akan menjadi solusi pengentasan kemiskinan di daerah. “Pembiayaan infrastruktur akan menjadi pilar utama dalam hubungan antara IDB dan Indonesia, karena dengan pembangunan infrastruktur, pemerintah dapat mengurangi angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan inklusi keuangan. Fokus IDB pada infrastruktur akan mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam pembangunan infrastruktur”.
Sesi kedua menghadirkan tiga orang Pembicara, yang pertama yaitu Isa Rachmatarwata, Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, yang membawakan paparan bertajuk "Membangun Fondasi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan". Pembicara kedua adalah Savas Alpay, Chief Economist dari Islamic Development Bank. Beliau meberikan paparan dengan judul "Sustainable Development Goals, Infrastructure and Islamic Finance". Dan pembicara terakhir adalah Son Diamar, Chairman Bandar Kayangan, yang membawakan paparan dengan judul "Bandar Kayangan, New Global Hub Town in North Lombok". Sesi kedua ini kembali dimoderatori oleh Adiwarman Azwar Karim. (PG/AMK)
File Terkait:







