Kuliah Umum Islamic Development Bank di Universitas Indonesia
Jakarta, (27/4): Sebagai rangkaian dari Roadshow Sidang Tahunan Islamic Development Bank (ST IDB) yang akan di selenggarakan pada 15 – 19 Mei 2016, IDB bekerjasama dengan Badan Kebijakan Fiskal mengadakan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Savas Alpay yang merupakan Chief Economist IDB bertindak sebagai narasumber utama. Hadir dalam kuliah umum antara lain Prof. Ari Kuncoro, Dekan FEB UI dan Ghassan Albaba, IDB Secretary. Ari Kuncoro dalam welcome remarks-nya berharap agar para mahasiswa mendapat wawasan tambahan tentang perekonomian dunia setelah mengikuti kuliah tersebut.
Dalam kuliah umum yang berdurasi selama satu jam, Savas Alpay menyampaikan topik seputar Sustainable Development Goals atau disingkat SDGs dan implikasinya terhadap negara anggota IDB. Ia mengungkapkan bahwa SDGs merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) yang diinisiasi pada tahun 2000 dan berakhir pada tahun 2015. SDGs memiliki agenda yang lebih besar dibandingkan dengan MDGs, dimana terdapat 17 agenda dalam SDGs. Tujuan yang ingin dicapai dari 17 agenda tersebut ialah terwujudnya kesejahteraan ekonomi, sosial dan lingkungan. Savas mengatakan tantangan yang dihadapi saat ini untuk mencapai tujuan SDGs antara lain kebutuhan sumber pembiayaan yang cukup tinggi dan partisipasi semua pihak serta pengawasan (monitoring) dalam melaksanakan 17 agenda SDGs.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa IDB berkomitmen untuk mewujudkan agenda SDGs dengan memberikan dukungan pembiayaan berbasis syariah kepada negara anggotanya yang mayoritas adalah negara Islam berkembang. Fokus bantuan yang diberikan IDB diantaranya meliputi bidang pendidikan, perubahan iklim, kesehatan, ketahanan pangan dan ekonomi hijau.
Dalam kesempatan tersebut, Ghassan Albaba yang mendampingi Savas juga menjelaskan sedikit sejarah tentang ST IDB yang akan diadakan di Jakarta. IDB didirikan sekitar 42 tahun yang lalu dimana saat ini IDB telah memberikan pinjaman lebih dari USD100 juta kepada negara anggotanya. ST IDB merupakan agenda pertemuan tahunan antara Dewan Gubernur IDB, Mahkamah Umum, dan entitas IDB yang bertujuan untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang akan mengikat organisasi. Selain sidang tahunan, akan ada side event yang terdiri dari seminar dan workshop dengan pembahasan terkait pembangunan, ekonomi dan agenda global IDB. (is/am)