OECD Day

Jakarta, (24/10):  Kementerian Keuangan bekerjasama dengan OECD menyelenggarakan OECD Day. Acara yang berlangsung di aula Mezzanine, Gedung Djuanda I ini bertujuan untuk menandai peluncuran survey perekonomian Indonesia 2016 dan Joint Work Program Indonesia-OECD 2017-2018. Dalam kesempatan ini hadir Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo; Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Rizky Ferianto dan Sekretaris Jenderal OECD, Jose Angel Gurria. Acara ini dihadiri pula oleh duta besar negara-negara anggota OECD yang berada di Jakarta serta pimpinan kementerian/lembaga terkait.

Kehadiran Sekretaris Jenderal OECD, Jose Angel Gurria, merupakan pengakuan atas kinerja ekonomi Inonesia yang baik, terlebih bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang terimbas krisis ekonomi global. Hal ini sebenarnya terlihat dari banyaknya kebijakan ekonomi Indonesia yang merespon rekomendasi dari OECD seperti peningkatan basis pajak dan kepatuhannya, peningkatan efisiensi belanja negara, dan perbaikan disparitas antar daerah. Angel Gurria juga mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan Indonesia yang berhasil menjaga pertumbuhan ekonominya di atas pertumbuhan ekonomi global di tengah situasi global yang masih belum pulih.

Secara umum rekomendasi utama pada Economic Survey 2016 di antaranya adalah:

1.  Menetapkan kebijakan makro untuk pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan

2.  Memfasilitasi perubahan struktural untuk mempercepat perubahan struktural menuju sektor yang memiliki nilai tambah dan produktivitas tinggi

3.  Memastikan keberlanjutan dan inklusifitas pertumbuhan ekonomi

4.  Meningkatkan pertumbuhan daerah

5.  Meningkatkan efisiensi belanja publik.

Bersamaan dengan peluncuran Economic Survey 2016, OECD dan Pemerintah Indonesia juga meluncurkan kajian Indonesia Open Government Review 2016. Indonesia sebagai salah satu Key Partners Countries OECD telah mengeluarkan sebuah kajian  Arah kerjasama Indonesia - OECD ke depannya akan diprioritaskan pada penguatan kebijakan penerimaan negara, penguatan postur anggaran dan belanja nasional pada tingkat pusat dan daerah, serta penguatan postur anggaran dan belanja nasional pada tingkat pusat dan daerah, serta penguatan kebijakan anti korupsi pada semua level pemerintahan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa Indonesia telah berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan OECD dan berencana akan terus aktif dalam kegiatan OECD karena pada gilirannya kegiatan ini akan memberikan manfaat pada kebijakan ekonomi Indonesia, proses perumusan kebijakan, benchmarking kepada negara-negara lain dan mendapatkan pengalaman pengalaman negara lain melalui forum OECD. (pg)