Peluncuran Indonesia Economic Quarterly, Indonesia Berhasil Menjaga Momentum Pertumbuhan

Jakarta, (17/1): Dalam acara peluncuran laporan triwulanan, Indonesia Economic Quarterly, yang diselenggarakan di Centre for Strategic and International Studies, Jakarta, World Bank mengungkapkan bahwa di tahun 2016 Indonesia cukup sukses menjaga momentum reformasi fiskal yang terus dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Hal tersebut terlihat dari kinerja ekonomi Indonesia yang relatif kuat dibandingkan dengan negara berkembang lainnya di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Inflasi yang tetap terjaga, kebijakan moneter yang akomodatif dan komitmen menjaga kredibilitas fiskal dengan melakukan pemotongan anggaran pada APBN-P 2016 merupakan beberapa kunci yang membuat kinerja ekonomi Indonesia cenderung stabil. Untuk tahun 2017, World Bank melihat masih ada beberapa resiko ekonomi global yang akan dihadapi oleh Indonesia antara lain ketidakpastian kebijakan di US, pelemahan ekonomi Tiongkok yang masih berlanjut, perlambatan pertumbuhan negara-negara maju dan masih lesunya perdagangan global.

Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa di tahun 2017 Kementerian Keuangan akan terus menjaga kredibilitas APBN. Beberapa strategi yang telah dilakukan seperti menetapkan target pajak yang baseline-nya dari outlook APBN 2016. Menurutnya, meskipun mengalami peningkatan, namun target tersebut masih realistis untuk dicapai. “Kita menentukan target (penerimaan APBN 2017) menggunakan baseline outlook bukan berdasarkan APBN 2016. Ini kita lihat masih realistis”, ujar Suahasil.

Selain itu, Kementerian Keuangan tetap memantau pelaksanaan program tax amnesty dan efek setelahnya. Pemerintah juga akan terus melanjutkan reformasi perpajakan dengan memperbaiki sistem perpajakan yang sudah ada, meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Sementara itu, untuk menghadapi tantangan ekonomi global, strategi terbaik yang dapat dilakukan ialah meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia. Menurut Suahasil, dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia, seperti pasar yang besar dan pertumbuhan yang didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, Indonesia dapat tumbuh lebih baik dan mengungguli negara lain. Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus memposisikan diri sebagai negara yang berbeda dengan negara lain, dengan terus meningkatkan kualitas kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil. (is/pg)