ASEAN+3 Siap Hadapi Tantangan Global

(Jakarta, 20/12) Saat ini perekonomian dunia sedang menghadapi berbagai tantangan yang memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi hingga ancaman resesi di beberapa negara. Pemulihan covid19, perang di Ukraina, hingga fluktuasi harga komoditas menjadi faktor pendorong pelemahan ekonomi di berbagai negara. Hal ini tentu tidak mudah dan menjadi dilema bagi pengambil kepentingan. Kerja sama ekonomi dan keuangan internasional, termasuk dialog kebijakan memainkan peran penting sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi yang menjadi kepentingan bersama, yang salah satunya adalah ASEAN+3.

Stabilitas ekonomi dan keuangan kawasan dan anggota di ASEAN+3 tetap menjadi fokus kerja sama ini, yang salah satu area kerja samanya adalah tata kelola ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO). Lembaga ini berfungsi sebagai unit pemantauan dini kawasan dan dukungan terhadap inisiatif Chiang Mai Initiatives Multilateralisation (CMIM). AMRO harus lincah, adaptif, dan fleksibel atas update terkait isu-isu terkini dan peta risiko regional, khususnya pada isu-isu khusus yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

Pada Selasa, 20 Desember 2022 telah terselenggara ASEAN+3 Finance and Central Bank Deputies Meeting (AFCDM+3), di mana para deputi Menteri Keuangan dan Bank Sentral di kawasan mendiskusikan penguatan organisasi AMRO, termasuk dalam jangka panjang. Pertemuan ini menyetujui Strategic Direction AMRO 2030, rencana jangka menengah 2023—2026, dan rencana tahunan AMRO 2023. Pertemuan juga menyepakati penguatan kesiapan operasionalisasi CMIM yang terus dilakukan sebagai bentuk komitmen kawasan apabila salah satu anggotanya mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek di neraca pembayaran. Selain itu, dibahas juga inisiatif masa depan kerja sama ekonomi dan keuangan ASEAN+3, seperti pembiayaan infrastruktur, instrumen makro-struktural, ketahanan atas bencana alam, koordinasi kebijakan atas kemajuan teknologi, digitalisasi keuangan, dan keuangan transisi. Beberapa inisiatif tersebut akan menghasilkan outline strategi ASEAN+3 dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Hasil dari pertemuan ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam ASEAN+3 Task Force Meeting yang akan dilangsungkan pada Februari dan Maret 2023. Selanjutnya, finalisasi dari Action Plan akan difinalisasi pada AFCDM+3 di bulan April 2023 untuk dilaporkan pada ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM+3) di Mei 2023.(AA)