ASEAN Tumbuh Semakin Kuat

(Catatan Hasil Pertemuan Ke-14 Para Menteri Keuangan ASEAN di Nha Trang, Viet Nam, 7-8 April 2010)

Para Menteri Keuangan ASEAN dalam pertemuannya yang ke-14 di Nha Trang, Viet Nam tanggal 8 April 2010 menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ASEAN kembali mengalami perbaikan setelah dilanda krisis ekonomi global pada tahun 2008-2009. Perbaikan ini dikarenakan adanya ketahanan permintaan domestik, sistem keuangan yang kuat, kerangka kerja ekonomi yang bagus, perbaikan terjadi pada pasar perdagangan dan pasar keuangan, serta kebijakan yang responsif dan tepat. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 4.9 % sampai dengan 5.6 % dari 1.5% pada tahun 2009.

Namun, mengingat masih terbukanya tantangan dalam perekonomian global, para Menteri Keuangan berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi dalam menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan sistem keuangan yang stabil, efektif, dan berdaya tahan. Para Menteri Keuangan sepakat untuk melanjutkan kebijakan yang supportive namun pada saat yang bersamaan juga akan mengurangi dukungan terhadap sektor fiskal, moneter dan keuangan dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi di masing-masing negara, konsistensi dengan tujuan jangka menengah sustainabilitas fiskal, stabilitas harga, dan stabilitas keuangan.

Para Menteri Keuangan juga menekankan pentingnya untuk membuka sumber-sumber pembiayaan regional dan internasional guna mendukung pertumbuhan dan stabilitas ASEAN. Dalam hal ini, para Menteri Keuangan sepakat untuk dilakukannya kolaborasi dan sinergi antara inisiatif regional dengan fasilitas-fasilitas dari institusi keuangan internasional.

Di samping itu, dalam rangka mencegah kembalinya krisis, para Menteri Keuangan berkomitmen untuk memperkuat kapasitas surveillance regional guna mendukung integritas ekonomi dan keuangan di kawasan. Untuk itu, para Menteri Keuangan mendukung pembentukan unit surveillance regional yang independen untuk mempromosikan tujuan monitoring perekonomian di kawasan.

Pada sisi lain, para Menteri Keuangan juga berkomitmen untuk memperkuat daya saing dan memperdalam pasar keuangan ASEAN dalam rangka mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC Blueprint) melalui pengembangan pasar modal yang kuat, likuid, dan efisien, percepatan proses liberalisasi sektor jasa keuangan dengan memberikan fleksibilitas kepada negara anggota untuk menjaga restriksi atas sub sektor yang akan diliberalisasi pada tahun 2015, serta memperkuat sistem pemantauan aliran modal guna mengantisipasi risiko yang timbul dari aliran modal yang besar dan volatile.

Dalam sektor infrastruktur, para Menteri Keuangan menekankan kembali komitmennya untuk mengembangkan infrastruktur guna mendukung prospek pertumbuhkan kawasan jangka menengah dan panjang, serta mendorong pengembangan program capacity building dalam bidang infrastruktur.

Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani Indrawati turut berpartisipasi aktif dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan dimaksud, Menteri Keuangan RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara mitra ASEAN dan institusi keuangan internasional. (dal)