Kesepakatan Utama Pertemuan G20 di Washington
Reformasi dan penguatan sistem moneter internasional menjadi satu dari empat agenda utama dalam pertemuan G20 di Washington, 14-15 April 2011. Para anggota G20 telah sepakat untuk melakukan pencegahan dan penanganan di masing-masing negara melalui penguatan institusi, instrument dan peningkatan koordinasi baik antara eksekutif-legislatif maupun secara regional. Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Mulia P. Nasution saat jumpa wartawan di Gedung Juanda, Jakarta, Rabu (27/04). Selain itu, pertemuan G20 juga menyepakati langkah untuk memperkuat proses surveillance global IMF khususnya pada sektor keuangan, kebijakan moneter fiskal dan nilai tukar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Kerja Sama Multirateral Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan rutin G20 minggu lalu telah disepakati bersama langkah untuk melakukan rebalance kondisi perekonomian global. Negara-negara yang memiliki surplus devisa dengan negara yang defisit akan sama-sama dilakukan adjustment. Rebalance bertujuan untuk menjaga kestabilan nilai tukar dan lebih terkendalinya capital flows. Pendekatan secara struktural dan historis juga dilakukan dengan membandingkan data-data tiap negara.
Pembahasan volatilitas harga komoditas juga merupakan agenda utama dalam pertemuan G20. Kepala BKF, Bambang P.S. Brodjonegoro, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa isu mengenai hal tersebut sangat krusial. Saat ini G20 memfokuskan pada penanganan volatilitas harga pada sektor pangan dan energi secara global. G20 menyimpulkan bahwa spekulasi di pasar komoditas menjadi satu penyebab ketidak pastian harga. Oleh karenanya, G20 menugaskan International Organization of Security Commissions (IOSCO) untuk melakukan kajian mengenai pengaturan dan pengawasan pasar tunai dan derivative komoditas untuk mencegah manipulasi atau penyalahgunaan harga dan melaporkannya pada forum yang sama pada bulan September 2011.
G20 beranggotakan Indonesia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Turki dan Uni Eropa. Pertemuan di Washington merupakan kelanjutan dari pertemuan di Paris pada Februari 2011. (dw)
File Terkait: