Face to Face Meeting and Workshop of G20 Study Group on Financing for Investment

Face to Face Meeting and Workshop of G20 Study Group on Financing for Investment

Pullman Hotel, Bali, 23-24 Mei 2013

 

Bali (24/5): Pada pertemuan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Moskow pada bulan Februari 2013 telah disetujui pembentukan Study Group on Financing for Investment (SGFI) dengan Indonesia dan Jerman sebagai ketua bersama. Setelah diselenggarakan diskusi study group melalui telekonferen dan surat elektronik maka pada tanggal 23-24 Mei 2013 diselenggarakan diskusi dengan tatap muka dengan tajuk "Face to face Meeting and Workshop of The G20 Study Group on Financing for Investment (SGFI)”, bertempat di hotel Pullman Bali Legian Nirwana. Rangkaian pertemuan G20 kali ini mengangkat tema pembiayaan  investasi jangka panjang sebagai pokok bahasan utama mengingat bahwa pembiayaan investasi jangka panjang, termasuk di dalamnya pembiayaan infrastruktur, memegang peranan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di semua negara.

Pertemuan dan workshop SGFI  pada hari pertama dibagi menjadi 2 (dua) sesi yang dipimpin bersama oleh Freddy R. Saragih, Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Claus-Michael Happe, Head of Division Multilateral Development Banks Federal Ministry of Finance, Germany. Sesi pertama membahas identifikasi rencana kerja organisasi internasional dengan sub topik membahas sumber pembiayaan pemerintah, institutional investors baik publik maupun swasta, pembiayaan infrastruktur, pengembangan pasar modal, dan reformasi regulasi keuangan. Bahan pembahasan adalah proposal yang diajukan oleh World Bank, OECD, FSB, IMF,  dan UNCTAD.

Sesi kedua membahas laporan Study Group mengenai Country Specific Factors yang diajukan oleh negara-negara G20.   Pembahasan dilakukan dalam 3 subsesi,  subsesi pertama membahas 2 topik yaitu.  iklim investasi terkait  dan kegiatan Pemerintah yang dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan dana jangka panjang untuk investasi (termasuk infrastruktur).  Subsesi  kedua  membahas isu tentang efektivitas annggaran pemerintah dan peran pasar keuangan - perbankan (melalui pengumpulan tabungan masyarakat) dalam mendukung investasi jangka panjang.  Adapun untuk sub sesi  ketiga atau terakhir menekankan pada penyusunan rencana proyek jangka panjang dan pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah (SMEs).

Pada proses pembahasan isu-isu tersebut di atas, Ketua Bersama dibantu oleh Australia, Argentina dan Inggris untuk memaparkan pengalaman negaranya dalam mengembangkan proyek untuk investasi jangka panjang, termasuk proyek infrastruktur dan SMEs.

Pertemuan hari kedua merupakan kegiatan workshop yang dibagi dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama mengangkat tajuk “The Future of Infrastructure Financing” dengan Freddy R. Saragih bertindak sebagai moderator . Pada sesi ini Arjun Goswami (Director of Regional Cooperation and Operations Coordination Division, AIF Administrator, ADB) menyampaikan presentasi mengenai  latar belakang dan progres implementasi Asean Infrastructure Fund (AIF), dan Jordan Schwartz (Manager, Infrastructure Policy, World Bank) menyampaikan presentasi mengenai elemen-elemen penting yang menentukan pembiayaan infrastruktur. Sesi ini ditutup dengan tanya jawab.

Pada sesi kedua sekaligus sebagai sesi terakhir dalam “Face to Face Meeting and Workshop of The G20 Study Group on Financing for Investment” ini, Clause Michael Happe yang bertindak sebagai moderator dengan mengangkat tajuk “Financial Regulatory Factors that May Impede the Provision of Long Term Investment Finance”. Pada sesi kedua ini menghadirkan Pierre Laurent Chatain (Lead Financial Sector Specialist, World Bank) dan Nigel Jenkinson, dari Financial Stability Board (FSB) sebagai pembicara dan diakhiri dengan Tanya-jawab. Sesi kedua ini lebih menekankan mengenai regulasi di sektor keuangan yang dapat mempengaruhi upaya setiap negara dalam menyediakan pembiayaan jangka panjang, termasuk untuk infrastruktur. Pertemuan dan workshop SGFI ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan workshop oleh Ketua bersama, Freddy R. Saragih dan Clause Michael Happed dan dilanjutkan dengan rencana kerja ke depan yaitu penyampaian laporan SGFI pada pertemuan G20 Deputies Meeting pada bulan Juni 2013 di St. Petersburg, dengan harapan inisiatif-inisiatif yang dihasilkan oleh SGFI dapat disetujui oleh Deputi G20 untuk dapat ditindaklanjuti menjadi output yang konkrit dalam mendukung pembiayaan investasi jangka panjang, termasuk pembiayaan infrastaruktur. (dka)