Seminar Kebijakan Fiskal 2013 dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Surabaya
Surabaya (06/09) : Dalam rangka kegiatan Regional Economist, Badan Kebijakan Fiskal bekerjasama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan menyelenggarakan “Seminar Kebijakan Fiskal 2013 dan Perkembangan Ekonomi Terkini” bertempat di Hotel Garden Palace, Surabaya. Kegiatan Regional Economist di Surabaya merupakan kegiatan Regional Economist ke-XIII dari serangkaian kegiatan Regional Economist yang telah diselenggarakan di Jayapura, Yogyakarta, Banda Aceh, Pekanbaru, Medan, Pangkal Pinang, Malang, Balikpapan, Maluku, Bengkulu, Palangkaraya, Jakarta, dan Bandung. Tujuan utama dari seminar ini adalah sharing informasi dan feed back terkait terkait dengan kebijakan-kebijakan fiskal 2013, kebijakan RAPBN 2014, dan perkembangan ekonomi terkini antara Kementerian Keuangan dengan pemerintah daerah dan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Seminar dimulai pada pukul 14.00 dan dihadiri oleh 200 peserta, terdiri dari para pejabat daerah, pejabat Kementerian Keuangan di daerah, ahli ekonomi dan para akademisi di Jawa Timur. Sambutan pertama disampaikan oleh Pardi Harto, Kakanwil Perbendaharaan Negara Jawa Timur. Dalam sambutannya, Pandi Harto menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Regional Economist ini memberikan berbagai manfaat terkait kegiatan ekonomi terkini, merupakan sarana yang efektif bagi daerah sebagai wadah yang tepat untuk masukan kebijakan keuangan daerah, serta memudahkan identifikasi masalah ekonomi dan sebagai tempat pertukaran informasi di antara para ekonom, akademisi, pengusaha dengan Kementerian Keuangan. Di akhir sambutannya, Pandi Harto berharap seminar ini dapat membawa manfaat dan sesuatu yang berdaya guna bagi Indonesia.
Sambutan kedua sekaligus sebagai pembuka seminar ini disampaikan oleh Hadi Prasetyo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Prov. Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur. Hadi Prasetyo menyoroti krisis global yang melanda perekonomian dunia dalam lima tahun terakhir seperti di Yunani, Amerika Serikat dan sekarang melanda Indonesia. Dalam menghadapi kondisi tersebut Pemerintah Jawa Timur berusaha memperkokoh posisinya untuk bekerja sama dan membantu sepenuhnya Pemerintah Indonesia. Selain itu, untuk mengatasi neraca perdagangan yang defisit, Pemerintah Jawa Timur sangat optimis untuk menaikkan ekspor dengan syarat bantuan kebijakan fiskal yang spesifik. Kebijakan tersebut berupa subsidi bantuan alat-alat, teknologi atau subsidi pada proses ekspor.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dipandu oleh moderator Marta Ranggi Primanti, Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga. Dalam sesi pemaparan materi ini diisi oleh tiga pembicara, yang pertama adalah Dr. Ferry Irawan, Kepala Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, memaparkan mengenai perkembangan ekonomi terkini dan respon kebijakan. Dilanjutkan dengan pembicara kedua, Drs.Purwiyanto, Direktur Penyusunan APBN, DJA yang membahas kebijakan RAPBN 2014. Pemaparan terakhir disampaikan oleh Dr. Rudi Purwono, Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga yang menjelaskan tentang perkembangan ekonomi dan fiskal Provinsi Jawa Timur.
Pada bagian akhir seminar, moderator membuka sesi tanya jawab bagi para peserta. Seminar ditutup dengan pembacaan kesimpulan rapat oleh moderator. (aip/hh)


