Buku


Bunga Rampai Rekomendasi Kebijakan Jilid 2

Bunga Rampai Rekomendasi Kebijakan Jilid 2

Editor: Riznaldi Akbar, Ph.D. (Tahun: 2019)

Kementerian Keuangan sebagai instansi pemerintah yang strategis, memiliki banyak permasalahan yang dapat dijadikan sumber inspirasi untuk dikaji, ditelaah, dan diteliti. Pada tahun 2012 merupakan awal mula Kementerian Keuangan menggagas suatu forum yang dinamakan Regional Economist dan kemudian pada tahun 2015 forum tersebut menjadi Forum Ekonom Kementerian Keuangan (FEKK). Forum ini merupakan kumpulan dari ekonom yang berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Dengan keberadaan FEKK ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah khususnya di bidang ekonomi, keuangan dan kebijakan fiskal. Buku Bunga Rampai Rekomendasi Kebijakan Forum Ekonom Kementerian Keuangan ini berisikan rangkuman sumbangan pemikiran dari para ekonom tersebut. Terdapat dua topik utama yang menjadi perhatian untuk dibuat rekomendasi kebijakan yaitu kebijakan fiskal untuk mendorong stabilisasi neraca berjalan dan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan UMKM daerah.

KEM PPKF Tahun 2020

KEM PPKF Tahun 2020

Tim Penyusun: PKAPBN, PKEM, Sekretariat BKF (Tahun: 2019)

KEM-PPKF Tahun 2020 merupakan bahan pembicaraan pendahuluan dalam rangka penyusunan RAPBN Tahun 2020. KEM-PPKF 2020 merupakan fondasi (titik tumpu) mendukung arah dan strategi kebijakan fiskal jangka menengah 2020-2024 dan menjadi tekad pemerintah untuk mencapai Visi Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur. Tema Kebijakan Fiskal Tahun 2020: APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Analisis Dampak Kebijakan Menggunakan Model Computable General Equilibrium (CGE)

Analisis Dampak Kebijakan Menggunakan Model Computable General Equilibrium (CGE)

Hidayat Amir dan Anda Nugroho (Tahun: 2019)

Dalam formulasi kebijakan fiskal diperlukan seperangkat alat bantu, baik berupa knowledge yang mendalam maupun alat analisis. BKF terus melakukan investasi menjadi learning organisation agar kapasitas institusi terus mengalami peningkatan dan agar jargon research-based policy atau evidence-based policy yang telah menjadi karakter BKF dapat terus ditingkatkan kualitasnya untuk merespon tuntutan dinamika kebijakan.  Sebagai bagian dari proses tersebut, upaya pengembangan berbagai model ekonomi di BKF terus didorong agar setiap formulasi kebijakan dilengkapi dengan kajian dan analisis yang andal dan meyakinkan. Kredibilitas menuntut dua aspek sekaligus; pertama, harus disiapkan dengan landasan akademik teknokratik yang baik, dan kedua, harus diterima oleh publik. Penggunaan alat analisis yang memenuhi standar akademik yang tinggi menjadi bagian penting untuk meraih kredibilitas kebijakan ini. Salah satu alat analisis yang perlu dimiliki adalah model untuk melakukan analisis dampak sebelum kebijakan diberlakukan (ex-ante impact analysis). Setiap kebijakan yang akan diambil harus diestimasi dampak ekonominya terlebih dahulu sebagai satu bagian pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Mengingat kebijakan fiskal biasanya memiliki dampak yang menyebar ke berbagai aspek dalam perekonomian, maka penggunaan model keseimbangan umum (general equilibrium) menjadi sangat relevan. Pendekatan model keseimbangan umum menawarkan analisis dampak yang mampu menjawab pertanyaan mengenai dampak suau kebijakan pada beberapa level: makro agregat, fiskal dan sektoral, dan rumah tangga.

Potret Ekonomi Indonesia 2018

Potret Ekonomi Indonesia 2018

Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF (Tahun: 2019)

Buku infografis ini mencoba menangkap wajah perekonomian Indonesia selama tahun 2018 yang dilihat dari berbagai aspek, yaitu kinerja ekonomi, kependudukan, kesejahteraan, ketenagakerjaan, harga, investasi, neraca perdagangan, neraca pembayaran, fiskal, sektor riil, serta sektor keuangan. Diharapkan, data dan informasi yang disajikan dalam infografis ini dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas dalam memahami kondisi perekonomian Indonesia di sepanjang tahun 2018, terlebih bagi Badan Kebijakan Fiskal yang memiliki peran strategis sebagai perumus kebijakan fiskal dan sektor keuangan yang antisipatif dan responsif untuk mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

Bunga Rampai "Disruptive Mindset Sektor Jasa Keuangan"

Bunga Rampai "Disruptive Mindset Sektor Jasa Keuangan"

Syahrir Ika dan Suparman Zen Kemu (Tahun: 2018)

Sektor Jasa Keuangan (financial sectors) memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Selain sebagai perantara keuangan untuk mempertemukan pihak - pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus units) dengan mereka yang membutuhkan dana (deficit units), sektro ini juga menyediakan berbagai pelayanan atau jasa keuangan, seperti perlindungan risiko (bisnis maupun jiwa), pembiayaan melalui pasar modal, pelayanan modal ventura, pelayanan dana pensiun, serta pelayanan lain, seperi pegadaian, pembiayaan ekspor, koperasi, pelayanan keuangan tanpa kantor (laku pandai), dan sebagainya. Dengan peran ini, sektor jasa keuangan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, mendorong investasi, dan pertumbuhan ekonomi.  Sekor jasa keuangan merupakan salah satu faktor penguat fundamental ekonomi, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Namun, saat ini pelayanan di sektor jasa keuangan belum memadai. Hal ini terlihat dari pendalaman pasar keuangan Indonesia yang masih rendah. Hal tersebut terjadi karena kurangnya inovasi dalam menawarkan model - model bisnis yang kreatif dan lemahnya kemampuan manajerial para manajer. Kondisi ini akan mempersulit pemerintah dan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan pendanaan investasi.  Untuk keluar dari persoalan tersebut, perlu ada inovasi, baik dari otoritas maupun pelaku usaha sektor jasa keuangan itu sendiri. Harus ada mindset baru untuk mendobrak mindset lama. Inilah yang disebut "disruptive mindset". Daftar Isi: 1. Pemanfaatan Potensi Wakaf Sebagai Instrumen Pendorong Pengembangan Sukuk di Indonesia. Lokot Zein Nasution 2. Pasar Modal Indonesia: Perkembangan dan Permasalahan. Suparman Zen Kemu 3. Pergulatan Asuransi Syariah di Indonesia. Muhammad Afdi Nizar 4. Peningkatan Keuangan Inklusif di Indonesia Melalui Fintech Syariah. Tri Achya Ngasuko 5. Analisis Investasi dan Pembiayaan Syariah Pada Sektor Pertanian dan Bagaimana Peran Kebijakan Fiskal. Abdul Aziz 6. Kontroversi Mata Uang Digital. Muhammad Afdi Nizar 7. Korelasi Pasar Modal dan Pasar Barang: Transmisi Indeks Harga Saham ke Indeks Harga Konsumen. Yoopi Abimanyu