Rupiah di 11.750, euro dekati terendah 8 pekan

Jakarta (Bisnis.com): Mata uang rupiah pagi ini tercatat berada di level 11.750 melemah dibandingkan kemarin di posisi 11.650 per dolar AS.

Data tersebut diungkapkan oleh siaran televisi CNBC Asia pagi ini. Sementara itu, dari Singapura Bloomberg melaporkan euro diperdagangkan mendekati terendah delapan pekan terhadap dolar AS menjelang keluarnya laporan yang diduga bakal menunjukkan harga produsen Eropa tertekan memasuki bulan kelima pada Desember.

Mata uang pound Inggris berpeluang tertekan memasuki hari kedua terhadap dolar AS dan euro karena kekhawatiran satu laporan Inggris bakal mengindikasikan konstruksi, yang mengontribusi 6% terhadap ekonomi, tenggelam pada bulan lalu dengan level tercepat dalam satu dekade lebih. Mata uang yen diperdagangkan mendekati tertinggi satu pekan terhadap dolar AS karena spekulasi rugi kredit bakal meluas.

Euro diperdagangkan di level US$1,2826 pada pkl. 8:45 di Tokyo dari US$1,2843 di akhir perdagangan di New York kemarin, ketika mata uang itu menyentuh US$1,2706, level terendah sejak 5 Desember. Mata uang itu tertekan menjadi 114,70 yen dari 114,89 yen. Dolar AS begerak tipis di 89,43 yen.

Pound Inggris menyelam ke US$1,4227 dari US$1,4264 di New York kemarin. Mata uang itu melemah ke 90,17 pence per euro dari 90,03. Terhadap yen, pound tergelincir 0,3% menjadi 127,24 dari 127,59.

Mata uang Jepang menguat 0,2% menjadi 56,40 terhadap dolar Australia dan bergerak tipis di 45,05 atas dolar Selandia Baru.(er)