Asian Development Forum
4th Asian Development Forum
“Asian Input Toward Post 2015 Development Agenda and the Post-Busan Global Partnership”
Jakarta (13/3) Bertempat di Hotel Mulia Jakarta, Rabu s.d Kamis, 13-14 Maret 2013, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan 4th Asian Development Forum dengan tema Asian Input toward Post 2015 Development Agenda and the post-Busan Global Partnership. Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan II, Mahendra Siregar. Dalam sambutannya, Mahendra Siregar menyampaikan bahwa forum ini memiliki tujuan sebagai pendukung dan penyedia rekomendasi untuk Post 2015 High Level Panel yang akan diselenggarakan 2 minggu lagi di Bali. Menurut Mahendra Siregar, Asia memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan global. Post 2015 High Level Panel ditekankan pada sinergi negara-negara anggotanya, salah satunya untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan tujuan akhir untuk mengatasi kemiskinan.
Forum ini dibagi menjadi beberapa sesi yang dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari pertama diselenggarakan sesi 1 s.d. 3 dan pada hari kedua diselenggarakan sesi ke 4 atau yang terakhir.
Sesi 1
Sesi ini membahas mengenai kesetaraan dan keterbukaan dalam membangun/mencapai pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja yang layak. Tampil sebagai chairman adalah Yanuar Nugroho dari UKP4. Adapun isu yang didiskusikan adalah intervensi kebijakan apa yang diperlukan untuk meningkatkan kesetaraan dan keterbukaan pembangunan dan implikasi tambahan untuk mencapai tujuan dalam rangka mempromosikan kebijakan tersebut. Dalam sesi ini, Presiden ADB, Haruhiko Kuroda menyampaikan sambutan kunci yang berisi tentang perbedaan antara kinerja ekonomi Asia sebelum dan sesudah tahun 1990 dalam hal kesetaraan, keterbukaan, dan penciptaan lapangan pekerjaan. Sesi ini menghadirkan 3 panelis yaitu Bambang P.S. Brodjonegoro, Kepala BKF yang membahas dukungan pemerintah dalam rangka menciptakan pertumbuhan yang kuat dan inklusif melalui ketersediaan pendanaan jangka panjang di bidang infrastruktur; Takehiko Nakao, Wakil Menteri Keuangan Jepang yang membahas mengenai pencapaian tujuan pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan; Nurjahan Begum, dari Kementerian Keuangan Bangladesh yang membagi pengalaman kegiatan dalam rangka pembangunan yang inklusif. Sesi ini juga menghadirkan komentator kunci Khamilen Pholsena, Dirjen perencanaan, Kementerian Perencanaan dan Investasi, Laos dan Indu Bhushan, Deputi Dirjen, ADB. Sesi ini kemudian diakhiri dengan diskusi terbuka.
Sesi 2
Sesi ini membahas mengenai ekspansi ekonomi, masyarakat yang kuat, pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Tampil sebagai chairman adalah Bambang P.S Brodjonegoro, Kepala BKF. Adapun isu yang didiskusikan adalah pengambilan kebijakan pemerintah yang tepat pemerintah melalui keseimbangan antara mengejar pertumbuhan ekonomi, masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan. Dalam sesi ini, Hasan Kleib, Utusan Khusus Presiden SBY dalam Post 2015 High Level Panel menyampaikan sambutan kunci. Sesi ini menghadirkan 2 panelis yaitu Lee Seung Won, Direktur Pengembangan, Kementerian Stratregi dan Keuangan, Korea Selatan yang membahas mengenai implementasi dari kebijakan lingkungan; dan Changyong Rhee, Ketua Ekonom ADB. Sesi ini juga menghadirkan komentator kunci Nguyen Hoang Van, dari Kementerian Perencanaan dan Investasi, Vietnam; dan Kazuhisa Matsui, Penasihat Senior JAC Business Center Jakarta. Sesi ini kemudian diakhiri dengan diskusi terbuka.
Sesi 3
Sesi ini membahas mengenai Peningkatan ketahanan menghadapi guncangan dari luar seperti bencana alam.. Tampil sebagai chairman adalah Masato Watanabe, Wakil Presiden JICA. Adapun isu yang didiskusikan adalah mempertimbangkan perbedaan antara kemiskinan yang kronis dan kemiskinan sementara termasuk bagaimana faktor eksternal mempengaruhi kemiskinan dan intervensi kebijakan apa yang efektif untuk menhadapinya. Dalam sesi ini, Norman Loayza menyampaikan sambutan kunci yang berisi tentang pengenalan keuntungan manajemen risiko dalam pertumbuhan ekonomi dan perubahan dari respon yang tiba-tiba dengan respon yang sistematis. Sesi ini menghadirkan 3 panelis yaitu Sugeng Tri Utomo, Deputi Kepala BNPB Indonesia yang membahas bencana alam; Kun Shoka, Penasihat BNPB Kamboja yang membagi pengalaman dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam; Rafael C. Yabut, dari Kementerian Pekerjaan Publik dan Jalan Tol Filipina yang membagi pengalaman dalam rangka menyingkirkan kelemahan yang terkait dengan konflik internal. Sesi ini juga menghadirkan komentator kunci Abul Hasan Mahmood Ali, Menteri Manajemen Bencana dan Bantuan Bangladesh; dan Pipat Ruangngam, Direktur Pusat Koordinasi, Manajemen Kebijakan Air dan Banjir Nasional Thailand. Sesi ini kemudian diakhiri dengan diskusi terbuka.
Sesi 4
Sesi ini membahas mengenai dinamika kerjasama pembangunan Asia, salam rangka mendukung Post Busan Global Partnership menuju Post 2015 Tantangan Pembangunan. Tampil sebagai chairman adalah Wismana Adi Suryabrata, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Pembangunan, Bappenas. Adapun isu yang didiskusikan adalah Best Ptactices kerjasama antara pelaku-pelaku pembangunan dalam rangka mengatasi berbagai isu pembangunan di Kawasan Asia. Dalam sesi ini, Armida Alisjahbana, Menteri/Kepala Bappenas menyampaikan sambutan kunci. Sesi ini menghadirkan 5 panelis yaitu Zhao Yumin dari Kementerian Perdagangan China yang membahas best practice penerapan rencana/kerangka untuk meningkatkan efektivitas pembangunan; Tubagus Achmad Coesni, Direktur Pembangunan Kerjasama Internasional, Bappenas yang membahas mengenai kegiatan untuk mempromosikan sharing pengetahuan dalam rangka mempercepat proses pembangunan; Mitsuhiro Wada Deputi Dirjen dari Kementerian Luar Negeri Jepang yang membahas kegiatan di Kerjasama Selatan-Selatan dan Segitiga; Thomas Beloe dari UNDP Thailand; dan Seop Shim, Wakil Bank Ekspor Imopor Korea Selatan. Sesi ini juga menghadirkan komentator kunci Oul Nak Deputi Direktur Koordinasi Kebijakan Bantuan Kamboja; Don K. Maru, Koordinator CPDE Indonesia ;dan Kazuhisa Matsui, Penasihat Senior JAC Business Center Jakarta. Sesi ini kemudian diakhiri dengan diskusi terbuka.
Forum ini kemudian ditutup oleh Wismana Adi Suryabrata, Wismana Adi Suryabrata, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Pembangunan, Bappenas. (aam/mi/gh/ar/aip)